Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

ivan's Site

Blog EntryDec 12, '07 9:30 AM
for everyone

entrepreneur

Narasumber  : Bapak Buntoro

 

 

Entrepreneur adalah orang yang dapat memandang, mempersiapkan, dan merancang masa depannya kemudian dapat mengeksekusinya pada saat yang tepat”

 

Dari pernyataan di atas mengenai definisi dari entrepreneur, kedengarannya entrepreneur benar-benar seseorang yang sangat perfect. Tetapi, pada kenyataannya entrepreneur seringkali dan hampir dipastikan mengalami kegagalan karena manusia hanya dapat merencanakan, tetapi yang menentukan hasilnya hanyalah Allah Swt.

Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.(Q.S. Al Ahzab : 17)

 

 

”Entrepreneur dapat diartikan sebagai proses pembelajaran dari kegagalan-kegagalan yang dialami untuk meraih kesuksesan”

 

”Kesuksesan entrepreneur tidak ditentukan oleh banyaknya uang yang diperoleh, tetapi ditentukan oleh banyaknya karya-karya yang dihasilkan dalam hidupnya”

 

Berarti, kepribadian seorang entrepreneur dapat juga diartikan sebagai kepribadian seorang muslim karena Rasullullah Saw pernah mengatakan bahwa seorang muslim tidak akan jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya. Dan juga Allah Swt memerintahkan pada setiap muslim untuk senantiasa berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.

dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al Baqarah : 148)

 

 

”Modal utama untuk melakukan bisnis adalah kemampuan kita untuk menjual diri. Kita tidak mungkin dapat menjual diri kita jika kita belum bisa menghargai diri sendiri”

 

”Untuk mempersiapkan masa depannya, seorang entrepreneur harus menggunakan The Power of Nice, yaitu perbuatan-perbuatan baik yang dijadikan sebagai kekuatan untuk melakukan bisnis”

 

Pernyataan tersebut memang benar adanya. Modal utama untuk melakukan bisnis adalah kepercayaan yang diberikan orang lain kepada diri kita dan satu-satunya cara untuk memperoleh kepercayaan-kepercayaan tersebut dengan menjual diri kita, dalam artian kita berbuat baik sebanyak-banyaknya kepada orang lain yang tentunya harus disertai rasa ikhlas dalam hati.

Mengenai The Power of Nice, hal tersebut juga dibenarkan di dalam Al Qur’an. Di dalam Al Qur’an, Allah Swt menerangkan kepada umat manusia mengenai hukum-hukum Allah Swt yang berlaku bagi umat manusia baik di dunia maupun di akhirat bahwa jika kita melakukan kebaikan, kita akan memperolh balasan yang lebih baik dari apa yang kita lakukan. Dan perlu diingat bahwa disebabkan rahmat dari Allah Swt kita berlaku lemah lembut terhadap orang lain.

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S. Ali Imran : 159)

 

 

Barangsiapa yang membawa kebaikan, Maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu. (Q.S An Naml : 89)

 

 

BISNIS BERBASIS PENGETAHUAN

Knowledge → Technology → Industry → Bussines

 

Maksudnya adalah kita, mahasiswa ITB, dapat melakukan bisnis dengan berbasis pada pengetahuan yang kita miliki. Mekanisme untuk melakukan bisnis berbasis pengetahuan adalah:

  1. Mengeksplorasi ilmu-ilmu pengetahuan yang dimiliki
  2. Mengeksploitasi ilmu-ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk dijadikan suatu ide atau inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Teknologi)
  3. Teknologi yang ditemukan tersebut diproduksi dalam jumlah yang cukup banyak dan dikomersialkan
  4. Selanjutnya akan terbentuk bisnis yang berbasis pengetahuan

Blog EntryNov 13, '07 9:14 AM
for everyone

SIMPLE ERROR ANALYSIS (Analisis Kesalahan Sederhana)

 

Apa yang dimaksud dengan Simple Error analysis? Untuk mengetahuinya, sekarang kita akan mempelajari sebuah kasus. Ketika kita menghitung jumlah benda-benda di sekitar kita, kita dapat menghitungnya dengan mudah. Tetapai lain halnya ketika kita mengukur panang atau tebal sebuah benda, kita akan kesulitan dalam menentukannya karena dibutukan alat ukur yang ketelitiannya beragam.

Pengukuran adalah penentuan besar atau nialai dasar dari sifat-sifat yang dimiliki oleh benda (panjang, tebal, suhu, dan lain-lain) dengan cara membandingkan benda tersebut dengan benda lain yang sudah ditentukan dan ditetapkan besar atau nilainya.

Pada kasus pertama, kita dapat menentukan hasil perhtungan dengan bilangan bulat (Integer), sedangkan pada kasus kedua kita tidak dapat menyatakan hasil pengukuran dengan bilangan bulat, tetapi kita dapat menyatakannya dalam bilangan real(Real Number) karena dalam pengukuran selalu ada yang namanya ketidakpastian (Uncertainty).

Agar lebih jelas, kita akan mempelajari pasangan-pasangan istilah yang hamper mirip.

Keakuratan (Accuracy)   :  Kondisi yang mana nilai yang dilaporkan mendekati nilai yang benar dan bebas dari kesalahan

Ketepatan (Precision)      :  Kondisi yang mana pengukuranyang dilakukan berulang menghasilkan jawaban yang sama

Kesalahan Acak (Random Error)    :  Kesalahan yang dihasilkan dari banyak sebab, seperti kesalahan paralaks (kesalahan dalam melihat alat ukur)

Kesalahan Sistematis (Systematic Error)      :  Kesalahan yang mendasar dari metode pengukuran yang dipakai, misalnya dalam memilih material yang akan dipakai sebagai alat ukur

Ketidakpastian (Uncertainty)     :  Hasil dari kesalahan acak dan menjelskan kurangnya ketepatan

Kesalahan (Error)            :  Kemungkinan yang ditentukan sebagai perbedaan/selisih antara nilai yang dilaporkan dan nilai yang benar

 

SIGNIFICANT FIGURES (Angka Penting)

 

Tujuan dari pengukuran adalah menunjukkan hasil pengukuran tersebut pada orang lain sehingga orang tersebut mengerti dan paham. Untuk itu diperlukan suatu aturan agar dala penyajian hasil pengukuran tersebut mudah dipahami dan tetap memberikan keakuratan yang dibutuhkan. Aturan yang dimaksud di atas adalah aturan angka penting.

Untuk menentukan jumlah angka penting  pada sebuah angka, aturan yang dipakai adalah sebagai berikut :

1.      Sebuah angka penting adalah sebuah digit yang tepat, meskipun digit terakhir diakui mempunyai beberapa kesalahan

2.      Jumlah angka penting tidak termasuk nol di belakang tanda decimal

 

Contoh :

Angka

Jumlah Angka Penting

0,00342

3

342

3

340

2 atau 3

 

Angka terakhir pada contoh di atas bersifat ambigu. Untuk menghilangkan sifat ambigu, notasi ilmiah harus dipakai.

Angka

Jumlah Angka Penting

3,42 x 10-3

3

3,42 x 102

3

3,40 x 102

3

3,4 x 102

2

 

 

 

 

 

 

Dua poin penting yang harus dibuat tentang angka penting:

1.      Definisi eksak mempunyai jumlah tak terdefinisi angka penting. Contoh, satu inch terdefinisi dengan pasti 2,54 centimeter,

1,000000+ inch = 2,54000000+ centimeter

di mana tanda”+” mengindikasikan ada jumlah tak terdefinisi angka nol. Secara umum nol tidak akan ditulis.

2 .  Angka-angka yang dihasilkan dari hubungan matematika eksak mempunyai jumlah tak terdefinisi angka penting

 

Untuk mengatasi permasalahan jumlah angka penting yang tak terdefinisi,perlu dilakukan pembulatan angka. Aturan cara menentukan pembulatan yang benar :

·        Membulatkan ke atas jika angka di belakang pemotongan di antara 5-9

·        Tidak dibulatkan ke atas jika angka di belakang pemotongan di antara 0-4

Hasil pada Kalkulator

Jumlah Angka Penting yang Dibutuhkan

Angka yang Dilaporkan

5.937.458

3

5.940.000

0,23946

3

0,239

0,23956

3

0,240

 

Perkalian / Pembagian Angka Penting

Prosedur yang benar untuk perkalian / pembagian angka penting :

1.      Mengindikasikan jumlah angka penting untuk setiap angka

2.      Mengkalkulasikan jawaban

3.      Membulatkan jawaban agar mempunyai jumlah angka penting yang sama seperti angka dengan jumlah angka penting terkecil

5,0 x 10,624 = 53,120 menjadi 53

 

 

 

 

 

Penjumlahan / Pengurangan Angka Penting

Prosedur yang benar untuk penjumlahan / penguranngan angka penting :

1.      Meratakan poin decimal

2.      Menandai angka penting terakhir setiap nomor dengan tanda panah

3.      Mengkalkulasikan jawaban

4.      Tanda panah paling jauh ke kiri dari angka penting terakhir jawaban











                                                5,0

                                            +14,697

                                              19,697  menjadi 19,7


Blog EntryNov 13, '07 9:11 AM
for everyone

SIMPLE ERROR ANALYSIS (Analisis Kesalahan Sederhana)

 

Apa yang dimaksud dengan Simple Error analysis? Untuk mengetahuinya, sekarang kita akan mempelajari sebuah kasus. Ketika kita menghitung jumlah benda-benda di sekitar kita, kita dapat menghitungnya dengan mudah. Tetapai lain halnya ketika kita mengukur panang atau tebal sebuah benda, kita akan kesulitan dalam menentukannya karena dibutukan alat ukur yang ketelitiannya beragam.

Pengukuran adalah penentuan besar atau nialai dasar dari sifat-sifat yang dimiliki oleh benda (panjang, tebal, suhu, dan lain-lain) dengan cara membandingkan benda tersebut dengan benda lain yang sudah ditentukan dan ditetapkan besar atau nilainya.

Pada kasus pertama, kita dapat menentukan hasil perhtungan dengan bilangan bulat (Integer), sedangkan pada kasus kedua kita tidak dapat menyatakan hasil pengukuran dengan bilangan bulat, tetapi kita dapat menyatakannya dalam bilangan real(Real Number) karena dalam pengukuran selalu ada yang namanya ketidakpastian (Uncertainty).

Agar lebih jelas, kita akan mempelajari pasangan-pasangan istilah yang hamper mirip.

Keakuratan (Accuracy)   :  Kondisi yang mana nilai yang dilaporkan mendekati nilai yang benar dan bebas dari kesalahan

Ketepatan (Precision)      :  Kondisi yang mana pengukuranyang dilakukan berulang menghasilkan jawaban yang sama

Kesalahan Acak (Random Error)    :  Kesalahan yang dihasilkan dari banyak sebab, seperti kesalahan paralaks (kesalahan dalam melihat alat ukur)

Kesalahan Sistematis (Systematic Error)      :  Kesalahan yang mendasar dari metode pengukuran yang dipakai, misalnya dalam memilih material yang akan dipakai sebagai alat ukur

Ketidakpastian (Uncertainty)     :  Hasil dari kesalahan acak dan menjelskan kurangnya ketepatan

Kesalahan (Error)            :  Kemungkinan yang ditentukan sebagai perbedaan/selisih antara nilai yang dilaporkan dan nilai yang benar

 

SIGNIFICANT FIGURES (Angka Penting)

 

Tujuan dari pengukuran adalah menunjukkan hasil pengukuran tersebut pada orang lain sehingga orang tersebut mengerti dan paham. Untuk itu diperlukan suatu aturan agar dala penyajian hasil pengukuran tersebut mudah dipahami dan tetap memberikan keakuratan yang dibutuhkan. Aturan yang dimaksud di atas adalah aturan angka penting.

Untuk menentukan jumlah angka penting  pada sebuah angka, aturan yang dipakai adalah sebagai berikut :

1.      Sebuah angka penting adalah sebuah digit yang tepat, meskipun digit terakhir diakui mempunyai beberapa kesalahan

2.      Jumlah angka penting tidak termasuk nol di belakang tanda decimal

 

Contoh :

Angka

Jumlah Angka Penting

0,00342

3

342

3

340

2 atau 3

 

Angka terakhir pada contoh di atas bersifat ambigu. Untuk menghilangkan sifat ambigu, notasi ilmiah harus dipakai.

Angka

Jumlah Angka Penting

3,42 x 10-3

3

3,42 x 102

3

3,40 x 102

3

3,4 x 102

2

 

 

 

 

 

 

Dua poin penting yang harus dibuat tentang angka penting:

1.      Definisi eksak mempunyai jumlah tak terdefinisi angka penting. Contoh, satu inch terdefinisi dengan pasti 2,54 centimeter,

1,000000+ inch = 2,54000000+ centimeter

di mana tanda”+” mengindikasikan ada jumlah tak terdefinisi angka nol. Secara umum nol tidak akan ditulis.

2 .  Angka-angka yang dihasilkan dari hubungan matematika eksak mempunyai jumlah tak terdefinisi angka penting

 

Untuk mengatasi permasalahan jumlah angka penting yang tak terdefinisi,perlu dilakukan pembulatan angka. Aturan cara menentukan pembulatan yang benar :

·        Membulatkan ke atas jika angka di belakang pemotongan di antara 5-9

·        Tidak dibulatkan ke atas jika angka di belakang pemotongan di antara 0-4

Hasil pada Kalkulator

Jumlah Angka Penting yang Dibutuhkan

Angka yang Dilaporkan

5.937.458

3

5.940.000

0,23946

3

0,239

0,23956

3

0,240

 

Perkalian / Pembagian Angka Penting

Prosedur yang benar untuk perkalian / pembagian angka penting :

1.      Mengindikasikan jumlah angka penting untuk setiap angka

2.      Mengkalkulasikan jawaban

3.      Membulatkan jawaban agar mempunyai jumlah angka penting yang sama seperti angka dengan jumlah angka penting terkecil

5,0 x 10,624 = 53,120 menjadi 53

 

 

 

 

 

Penjumlahan / Pengurangan Angka Penting

Prosedur yang benar untuk penjumlahan / penguranngan angka penting :

1.      Meratakan poin decimal

2.      Menandai angka penting terakhir setiap nomor dengan tanda panah

3.      Mengkalkulasikan jawaban

4.      Tanda panah paling jauh ke kiri dari angka penting terakhir jawaban











                                                5,0

                                            +14,697

                                              19,697  menjadi 19,7


Blog EntryOct 1, '07 12:02 PM
for everyone

Kondisi awal:

1.      Zaman purba

2.      Pada saat mendekati tengah malam bulan purnama

3.      Di tanah lapang luas

4.      Ditengah2 diletakkan tiang pancang

5.      Orang sudah dapat berhitung

Alat2:

1.      Alat ukur kayu

2.      Kulit kambing yang dilubangi dengan diameter 1.5 cm

3.      Kayu untuk penggantung kulit kambing

4.      Arang untuk menulis

5.      Dua tiang pancang dengan panjang sama

6.      Pembuat kembang api


Analisis teori (bayangan):

1.      Cahaya merambat lurus

2.      Anggap tidak ada pembiasan

3.      Bayangan dapat digunakan untuk mengukur jarak bulan yang sebenarnya

 

Cara kerja :

1.      Cari 2 tempat yang jaraknya cukup jauh dan dilintasi oleh pergerakan bulan

2.      Anggap ketinggian kedua tempat sama

3.      Jarak lurus kedua tempat diketahui

4.      Dipasang tiang pancang pada masing-masing tempat

5.      Ada yang menjaga masing-masing tiang pancang

6.      Ketika tiang pancang 1 tidak memiliki bayangan pada saat bulan purnama, ditembakkan kode berupa cahaya yang cepat hilang (kembang api)

7.      Penjaga tiang pancang 2 melihat kode api dan dengan segera mengukur panjang bayangan (rotasi bumi dan pergerakan bulan dapat diabaikan). Dengan rumus kesebangunan segitiga (lihat gambar), panjang tiang pancang : bayangan = jarak bumi-bulan (pada tiang 1) : (jarak kedua tiang pancang + panjang bayangan), sehingga dapat diukur jarak bumi-bulan.

8.      Pada saat bersamaan juga orang di tiang pancang 1 mengukur diameter bulan dengan proses sebagai berikut

Mengukur diameter

1.      Gunakan kulit kambing yang dilubangi dan sudah diukur diameternya.

2.      Kulit berlubang digeser maju-mundur lubang sepanjang pandangan satu mata hingga bulan terlihat pas berada dalam lubang pada kulit kambing

3.      Posisi kulit ditahan ketika bulan sudah terlihat tepat “berada di dalam“ kulit.

4.      Diukur jarak lurus mata dengan lubang pada kulit (didapat 166 cm).

 

Rumus:

Diameter lubang : jarak mata ke lubang = diameter bulan : jarak bumi-bulan

9.      Bila kedua penjaga tadi bertemu, diameter bulan dapat dikalkulasi bersama dengan menggunakan data diameter lubang dan jarak mata ke lubang pada penjaga tiang 1 dan data jarak bumi-bulan pada penjaga tiang 2



Pada pengukuran jarak bumi-bulan, diasumsikan bahwa jarak bumi-bulan teraproksimasi (terperkirakan) 385.000 km.
Kemudian di akhir dilakukan penghitungan
  • Diameter bulan = diameter lubang : jarak mata ke lubang ´ jarak bumi-bulan
  • Diameter bulan = 1,5 cm : 166 cm ´ 385.000 km
  • Diameter bulan = 3.479 km

Blog EntrySep 16, '07 11:39 AM
for everyone

ETHICAL ENGINEERING

 

Case  Setting

  • ·          Di suatu kompleks perumahan penduduk
  • ·          Lebar jalan di kompleks tersebut sedang dan jalan beraspal
  • ·          Banyak anak kecil berkeliaran di jalanan
  • ·          Jalan agak menurun sehingga pengguna jalan cenderung untuk ngebut
  • ·          Terletak di daerah strategis sehingga banyak dilalui oleh mobil dan motor
  • ·          Untuk menyelesaikan permasalahan di jalan kompleks perumahan tersebut, akan dibuat polisi tidur

Ethical Egoism (As engineer)

Sebagai engineer yang menangani masalah pembuatan polisi tidur, saya setuju dengan pembuatan polisi tidur agar saya mendapatkan proyek. Dan dari proyek tersebut saya mendapatkan penghasilan hidup.

 

Utilitarianism (Pembuatan Polisi Tidur)

Object or Audience : Penduduk sekitar dan pengguna jalan

                                                                                                                                Dampak   Kepentingan

+     Mengurangi resiko kecelakaan kendaraan                                            70              9

+     Mengurangi resiko kecelakaan pejalan kaki dan penduduk              100             10

+     Mengurangi kebisingan kendaraan yang ngebut                                  80               7

 

-          Potensi kemacetan                                                                                      50               7

-          Kewaspadaan anak-anak berkurang                                                       15               5

-          Keuntungan pedagang sekitar berkurang                                               25               4

∑ Benefit =(70x9 + 100x10 + 80x7) – (50x7 + 15x5 + 25x4)

                    = 2190 – 525

                    = 1665

Dengan menganalisis nilai manfaat pembuatan polisi tidur, terlihat bahwa nilai benefitnya SURPLUS. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembuatan polisi tidur harus direalisasikan.

 

Right Analysis (Pembuatan Polisi Tidur)

1.       Hak Hidup

Perlindungan hak hidup penduduk  sekitar dan pengguna jalan

2.       Hak Pemenuhan Hidup

-

3.     Hak Peningkatan Pemenuhan Hidup

-          Kenyamanan pengguna jalan terganggu

-          Kendaraan cepat rusak

-          Kemakmuran penjual sekitar berkurang

-          Penduduk merasa nyaman karena mengurangi kebisingan

Dengan menganalisis prioritas hak, terlihat bahwa pembuatan polisi tidur dapat memenuhi hak hidup dan hak peningkatan pemenuhan hidup penduduk sekitar. Dan berdasarkan prioritas hak, hak hidup adalah hak yang harus didahulukan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembuatan polisitidur harus direalisasikan.


Blog EntrySep 3, '07 11:36 AM
for everyone
Teknologi     : Pembelajaran dan penerapan ilmu alam untuk mempermudah                                                 kegiatan-kegiatan dalam segala bidang, seperti industri, kedokteran,                                     ekonomi, dan lain-lain

Teknik    : Cara untuk melakukan sesuatu ; Suatu keahlian yang memudahkan seseorang                         melakukan sesuatu


Contoh Teknologi : Hand Phone
Sejarah :
Di abad 21 ini handphone atau dalam bahasa Indonesianya telepon genggam bukanlah lagi barang aneh atau asing di setiap lapisan masyarakat di Indonesia. Dari anak-anak sampai orang tua, dari orang kecil sampai orang kelas atas, semuanya pasti mengenal HP(Hand Phone). Bahkan sekarang handphone bukan hanya digunakan sebagai alat komunikasi. Mungkin kalian pernah mendengar kata”Your life in your hand”. Ya, kata ini sebagai  gambaran dari handphone masa kini. Dalam HP terdapat berbagai fitur-fitur menarik, mulai dari kamera, games, agenda, music, dan masih banyak lagi lainnya.

Dari sekilas cerita di atas, pernahkah kalian berpikir “Sebenarnya awal mula koq bias ada HP itu gimana yach?”. Gini nich ceritanya, kalau kita bicara soal HP pasti tak lepas dari kata komunikasi. Komunikasi adalah kebutuhan manusia yang tidak kalah pentingnya dengan sandang, pangan, dan papan. Pada jaman dahulu, komunikasi  hanya dilakukan sebatas bicara dan mendengar karena memang pada jaman dahulu (Sebelum Masehi), komunikasi dianggap tidak terlalu penting. Sejak ditemukannya media untuk  menulis, seperti  kulit hewan, daun, dan kertas mulailah dikenal surat menyurat yang merupakan komunikasi jarak jauh paling mutakhir di masa itu.

Pada abad pertengahan masehi sejak ditemukannya listrik oleh Thomas Alfa Edison, teknologi komunikasi seakan mendapatkan pencerahan. Pada masa-masa itu mulai muncul yang namanya telegram dan telegraph. Tidak lama setelah itu, Alexande Grahambell dengan sedikit memeras otak menemukan teknologi telepon. Pada masa itu telepon tidak sebagus telepon jaman sekarang, tetapi pada prinsipnya cara kerjanya sama. Setelah beberapa tahun lamanya, teknologi wireless berkembang  sampai merambah dunia telekomunikasi. Dan itulah yang menjadi cikal bakal ditemukannya Hand Phone.


Contoh Pengaruh Teknologi Tinggi dalam Kultur Kita:
1.    Film
-    Jurassic Park
Film yang menceritakan kembalinya dunia dinosaurus pada abad 21 setelah dikembangkannyateknologi cloning. Dengan teknologi cloning, para ilmuwan dapat menghidupkan kembali dinosaurus yang sudah punah dengan merekayasa selsel dinosaurus yang terdapat dalam tuuh nyamuk jaman purba yang membeku dalam getah pohon. Para ilmuwan mencoba membuat taman Jurassic  yang bertujuan untuk kegiatan penelitian dan taman wisata dinosaurus. Tetapi pada akhirnya para ilmuwan tidak dapat mengatur dan mengendalikan monster yang seharusnya sudah punah berjuta-juta tahun yang lalu itu dan banyak sekali korban yang berjatuhan.
-    Top Gun
Film ini bercerita seputar dunia pertempuran di udara di masa-masa dunia penerbangan  Amerika sudah canggih. Pada masa itu, Amerika sudah dapat membuat pesawat tempur F16. Dalam film ini penonton akan diajak mengenal lebih dekat serunya atraksi-atraksi pesawat F16 di dalam medan pertempuran.
-    Predator
Sekelompok tentara Amerika direpotkan dengan munculnya kejadian-kejadian aneh selama mereka melakukan gerilya di medan pertempuran dengan Vietnam. Satu per satu dari mereka meninggal dengan cara yang aneh. Dan ternyata mereka meninggal karena dibunuh oleh makhluk misterius yang memiliki teknologi yang canggih serta naluri memburu yang tajam. Makhluk tersebut bagai predator yang siap memangsa korbannya.

2.    Buku
-   A Space Odyssey
 Novel karya Sir Arthur C. Clarke (The Sentinel) tentang Evolusi Manusia.  mengisahkan perjalanan manusia dari jaman pra-sejarah hingga perjalanan ke Jupiter.
-   Lost in Teleporter
Novel karya Tria Barmawi.Dewey tidak pernah menyangka bahwa teleporter - alat transportasi abad ke-22 - yang begitu dipujanya membuatnya kehilangan hidung. Siapa sangka teknologi supercanggih itu masih memiliki bug, yang - sialnya - baru ketahuan ketika ia yang menggunakannya.Tetapi Dewey jadi bingung. Mungkinkah kejadian ini suatu berkah? Pertama, dia tidak pernah menyukai bentuk hidungnya yang lama. Kedua, dia berkenalan dengan si cantik yang jenius dari NatioTrans, Meylana, yang berhasil membuat hatinya jungkir-balik.Atau, malah merupakan bencana? Pertama, karena wajahnya jadi aneh setelah hidungnya berubah. Kedua, bukankah dia sudah bertunangan dan sedang menyiapkan pernikahannya dengan Nilam?
-   Time Machine
Novel karya H.G Wells. Menceritakan seorang ilmuwan yang menciptakan mesin waktu untuk menyelamatkan kekasihnya yang telah meninggal dalam sebuah kecelakaan.Dia berhasil membuat mesin waktu,tetapi dia tidak dapat merubah takdir.Kemudian dia pergi jauh ke masa depan dan dia menemukan kehidupan manusia yang aneh yang pada akhirnya membuat dia turun tangan untuk menyelesaikan masalah kehidupan manusia di masa depan. Akhir ceritanya, ilmuwan tersebut hidup bahagia di masa depan.